Category Archives for "Affiliate"

Sep 23

Belajar & Praktek Affiliate Marketing 4.5/5 (4)

By ZULFIANTO | Affiliate

Dari sekian banyak Model Bisnis Online, Affiliate Marketing adalah salah satu yang paling banyak dilakukan oleh para praktisi Bisnis Online baik dari Indonesia hingga ke Mancanegara.

mengapa bisa begitu ? karena model bisnis Affiliate Marketing ini sebenarnya hampir tidak memerlukan modal sama sekali, produk dari vendor, bahan promosi dari vendor, dan kebutuhan lainnya juga dari vendor. si Affiliate (sebutan untuk yang mempromosikan produk) cukup menyebarkan informasi menggunakan media yang dimiliki.

sebelum saya lanjutkan tulisan ini, saya ingin menjelaskan dulu apa sih Affiliate Marketing ini, siapa saja yang bisa menjalani model bisnis ini, dan bagaimana cara menjalankan bisnis Affiliate Marketing ini agar nanti nya ga begitu banyak lagi yang bingung.

yuk, disimak yah… 🙂

Apa itu affiliate marketing

Menurut pemahaman dan bahasa saya sendiri, Affiliate Marketing adalah kegiatan menjual atau mempromosikan barang orang lain (yang sudah dicoba sendiri, ataupun belum) yang halaman penjualan atau media transaksi nya menggunakan platform milik vendor, dan apabila terjadi penjualan dari link yang dimiliki oleh si affiliate, maka akan mendapatkan komisi dari Vendor ataupun pemilik produk yang kita promosikan tersebut.

Vendor : si pemilik produk/perusahaan.

nah sampai disini faham yah… kalau belum faham saya Analogikan begini :

Vendor (Pemilik Produk) menjual produk nya -> menggunakan platform membership -> Menyediakan Fiture Affiliasi

kemudian

Affiliate (yang mempromosikan produk) -> Mendaftar di Platform Membership -> daftar jadi Affiliate -> Mendapatkan Link Unique Affiliasi -> Menyebarkan Link Unique (dengan edukasi dan menfaat produk) -> Mendapatkan Penjualan dari Link Unique yang disebarkan -> Mendapatkan Komisi -> Mendapatkan Pembayaran sesuai waktu yang di tentukan -> mendatangkan penjualan sebanyak-banyaknya.

Faham yah ???

jika sudah faham, lanjutkan ke penjelasan berikutnya nih. kalau belum faham ulang-ulangi melihat penjelasan diatas.

Siapa saja yang bisa menjalankan bisnis model Affiliate Marketing

Selama ada kemauan, usaha yang gigih, semangat yang menggebu-gebu, dan tujuan positif untuk mencari rezeki, siapapun bisa menjalankan bisnis model ini. Tidak perduli Pria, Wanita, laki-laki, wanita, remaja, dewasa, bapak-bapak, ibu-ibu, orang tua sekalipun, bisa menjalankan bisnis model affiliate marketing ini.

Tapi hal yang paling terpenting menurut saya adalah, produk yang kita rekomendasikan atau promosikan ke orang banyak adalah produk yang memang sudah terbukti memberikan manfaat, kualitasnya juga bukan ecek ecek, dan support nya juga ada. Intinya produk yang memang benar-benar membantu kebutuhan pembeli nya, dan yang terpenting lagi adalah, sebelum kita mempromosikan produk tersebut, kita sudah benar-benar mencoba dan memahami produk itu.

Jadi kita juga ga asal promosi, dan juga bisa totalitas mempromosikan nya, bukan hasil ngarang-ngarang. karena kita sudah mencoba, sudah faham, jadi mengerti bagaimana cara mempromosikan nya.

dan juga bisa menjawab pertanyaan dari calon pembeli kita nantinya.

Contoh :

Kondisinya : Saya memiliki banyak teman yang menjual produk secara Online (market place, dropship, reseller)
ps : Nanti dibahas apa itu Marketplace, Dropship, dan Reseller

Masalahnya : Dari sekian banyak temen-temen saya yang menjual produk digital, 73% diantaranya mengalami masalah hampir sama yaitu, susah nya mencari Supplier terpercaya, menemukan produk yang terbukti laris, mengetahui trend produk yang lagi booming, dan lain-lain.

Dari kondisi dan masalah tersebut, seharus nya kita sebagai penjual juga (dalam hal ini artinya Affiliate Marketing) harus jeli melihat peluang.

kita harus bisa menjadi “SOLUSI BAGI MASALAH MEREKA“.

Nah.. kebetulan, saya punya temen yang menjual produk berbentuk software yang berfungsi untuk menemukan produk yang terbukti laris di Indonesia, Supplier dengan penjualan terbanyak, melihat berbagai macam data lainnya hanya dengan sekali klik.

Nama produk nya adalah Risetic (boleh klik disini yah), harganya juga tidak mahal, dan manfaat nya juga besar bagi masalah teman-teman saya.

Kesimpulan : dari kondisi dan masalah itu bisa kita jadikan peluang untuk mempromosikan produk Risetic, yang harus saya lakukan adalah. buat halaman penjelasan tentang masalah mereka, kemudian berikan tips, dan sarankan menggunakan Risetic.

(TIDAK LUPA SAYA SISIPKAN LINK AFFILIATE RISETIC)

sampai disini FAHAM yah… kalau belum, ulang lagi baca keatas.

Cara Menjalankan Bisnis Affiliate Marketing

oke, tulisan diatas sudah cukup panjang menurut saya… saya sruput kopi dulu, menjelang lanjutin tulisan ini.

Sluuurrrpppp… (skip)

Oke kita lanjutkan yah, bagaimana sih cara nya menjalankan bisnis online model Affiliate Marketing ini ?

Fahami dulu apa itu Affiliate Marketing

Seperti yang saya jelaskan diatas, pengertian affiliate marketing adalah mempromosikan produk kepada orang yang membutuhkan manfaatnya dan nantinya kita mendapatkan bayaran apabila ada terjadi penjualan dari link affiliasi yang kita promosikan.

Bisa Membaca situasi, atau memanfaatkan keadaan

Hehe, rada ngenes yah bahasa nya. tapi berdasarkan penjelasan diatas juga sudah saya analogikan bagaimana caranya kita bisa melihat peluang dan menjadi manfaat untuk orang yang membutuhkan, karena kata salah satu Guru Internet marketing di Indonesia “Kegiatan Berjualan adalah kegiatan berbagi manfaat yang dibayar dengan UANG“.

Memiliki List / Membangun List Building

Nah, list building ini penting… ibaratnya kita punya kolam, yang selalu kita rawat dan pelihara untuk nantinya kita petik atau panen hasil nya dari usaha kita memelihara list atau database tersebut.

List disini artinya audience yah (contoh : saya punya daftar pertemanan emak-emak muda, yang hobby shoping, punya anak, dan lain-lain) berarti list saya, atau audience saya adalah MAHMUD Cantik yang punya anak kecil, dan doyan belanja.

Cara membangun list building bisa memanfaatkan berbagai channel, salah satunya :

  1. Facebook Group / Fanspage
  2. WhatsApp Group
  3. Channel / Group Telegram
  4. Email Marketing System

Nanti akan dibahas lagi mengenai list building yah, kemudian selanjutnya adalah.

Memiliki Sarana Promosi Untuk Deskripsi Produk

Walaupun kita sudah memiliki beberapa channel, katakanlah WA Group, Telegram Group dan lainnya. Kita tetap harus memiliki Sarana promosi sendiri untuk mendeskripsikan secara lengkap produk yang kita promosikan.

Contohnya adalah Website, karena website ini ibarat kantor virtual atau toko online kita, orang bisa melihat secara lengkap apa saja yang kita sediakan, berbagai macam informasi bisa kita sajikan.

Belum bisa bikin website ? > Belajar Disini Aja Gratis (klik aja)

Selalu memberikan Edukasi atau sharing bermanfaat kepada Audience.

Sudah dijelaskan diatas, bahwa kolam atau audience itu harus dirawat dijaga dan di pelihara dengan cara memberikan sesuatu yang bermanfaat. Jangan melulu jualan (jangan di panen terus, tar habis), yang ada nanti audience anda akan kabur karena mulai tidak nyaman.

Rajin Praktek dan Konsisten.

Sudah faham semuanya, sudah mulai menjalankan aktifitasnya, hal yang sangat penting itu selanjutnya adalah RAJIN PRAKTEK DAN SELALU KONSISTEN.

Penutupan

Yang namanya ada Opening, pasti ada Penutupan lah ya, intinya sih tulisan iseng saya segini aja dulu, saran saya banyakin praktek, jangan sibuk belajar mulu.

Belajar nya sekali-sekali aja, yang perlu sering dilakukan adalah praktekin yang sudah dipelajari dan selalu diulang-ulang. Yakin lah, pasti ada hasil nya.

Kapan? ya tunggu aja, ga ada orang yang menanam sesuatu bisa langsung panen.
Mau lanjutan materinya? Subscribe aja di list email saya… saya sering share via email.

 

 

Salam Ketjub,

 

ZULFIANTO

ps : tulisan iseng, karena sudah mulai banyak yang bertanya bagaimana cara bermain Affiliate Marketing.

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

Jun 02

Cara Sukses Meningkatkan Komisi Afiliasi 4.33/5 (3)

By ZULFIANTO | Affiliate

Dunia afiliasi tidak mengharuskan anda memiliki sebuah website bila ingin menjual produk, berurusan dengan pelanggan, pengembalian dana, pengembangan produk dan pemeliharaan. Afiliasi adalah salah satu jenis usaha sampingan dan cara termudah menjadi sukses dalam bisnis online dan mendapatkan keuntungan lebih.

Dengan asumsi Anda sudah menjadi anggota program afiliasi, apa yang akan menjadi hal berikutnya yang ingin Anda lakukan? komisi Anda bukan? Bagaimana Anda melakukan itu? Berikut adalah beberapa tips tentang bagaimana meningkatkan komisi program afiliasi.

  1. Tahu program terbaik dan produk untuk mempromosikan.

    Jelas, Anda akan ingin mempromosikan sebuah program yang akan memungkinkan Anda untuk mencapai keuntungan terbesar dalam waktu sesingkat mungkin.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih program seperti itu. Pilih program yang memiliki pembagian komisi tinggi. Memiliki produk yang cocok dengan target Anda. Dan yang memiliki track record yang bagus dalam membayar komisi afiliasi mereka dengan mudah dan tepat waktu.

Ada ribuan program afiliasi online yang memberikan Anda alasan untuk bisa membuat pilihan yang terbaik. Anda mungkin ingin memilih yang terbaik untuk menghindari kehilangan biaya promosi Anda.

Menulis artikel gratis atau ebook singkat untuk mendistribusikan dari web Anda. Ada kemungkinan besar bahwa Anda berkompetisi dengan afiliasi lain yang mempromosikan program yang sama. Jika Anda mulai menulis laporan singkat yang terkait dengan produk yang Anda promosikan, Anda akan dapat membedakan diri dari afiliate marketing lainnya.

Dalam artikel, berikan beberapa informasi berharga secara gratis. Jika memungkinkan, tambahkan beberapa rekomendasi tentang produk. Dengan ebook, Anda mendapatkan kredibilitas. Pelanggan akan melihat kualitas anda di dalamnya dan mereka akan tertarik untuk mencoba apa yang Anda tawarkan.

  1. Mengumpulkan dan menyimpan alamat email dari orang-orang yang men-download ebook gratis.

    Terbukti bahwa orang tidak melakukan pembelian pada ajakan pertama. Anda mungkin ingin mengirim pesan Anda lebih dari enam kali untuk membuat penjualan.

Ini adalah alasan sederhana mengapa Anda harus mengumpulkan informasi kontak dari orang-orang yang download artikel Anda dan ebook anda. Anda dapat membuat tindak lanjut pada kontak ini untuk mengingatkan mereka untuk melakukan pembelian dari Anda.

Dapatkan informasi kontak prospek sebelum mengirimkan mereka ke website vendor. Perlu diingat bahwa Anda menyediakan iklan gratis bagi pemilik produk. Anda dibayar hanya bila Anda membuat penjualan. Jika Anda mengirim prospek langsung ke vendor, kemungkinan, mereka akan hilang selamanya.

Tetapi ketika Anda mendapatkan nama mereka, Anda selalu dapat mengirim pesan pemasaran lainnya kepada mereka untuk bisa mendapatkan komisi yang berkelanjutan bukan suatu penjualan satu kali saja.

  1. Meminta komisi lebih tinggi dari komisi normal dari penjual.

    Jika Anda sudah berhasil dengan promosi tertentu, Anda harus mencoba melakukan negosiasi persentase komisi untuk penjualan Anda.

Jika penjual cerdas, kemungkinan besar dia akan mengabulkan permintaan Anda, daripada kehilangan aset berharga dalam diri Anda. Perlu diingat bahwa Anda adalah investasi nol-risiko merchant Anda; jadi jangan malu meminta penambahan komisi Anda.

Cobalah strategi ini dan lihatlah bagaimana strategi ini dapat membuat cek komisi affiliasi Anda meningkat dalam waktu singkat.

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

May 25

Idaff Gunakan Sistem Microservices Berbasis Cloud 5/5 (1)

By ZULFIANTO | Affiliate

Microservices Berbasis Cloud – Penggunaan teknologi dalam suatu bisnis tidak terlepas dari peran CTO. Namun, hingga kini masih banyak orang yang salah kaprah bahwa CTO merupakan orang yang bertugas untuk meng-coding seluruh aplikasi yang ada.

Memang benar bahwa CTO membawahi teknologi, tetapi sebagai CTO IDAFF, Ivan mengatakan bahwa sebetulnya fungsi CTO lebih mengarah pada tujuan pengadopsian teknologi, vendor yang bisa diajak bekerja sama, dan lain sebagainya.

“Meski begitu, di IDAFF, saat ini coding berada di bawah CTO karena COO fokus pada marketing.”

Tambah Ivan.

Apabila ada satu hal yang paling menonjol dari IDAFF, maka itu adalah teknologi yang diterapkan secara microservices dan cloud-based.

IDAFF bukanlah sistem yang besar, melainkan kumpulan dari aplikasi-aplikasi kecil yang saling terhubung dan bekerja sama.

Misalnya, admin area memiliki aplikasi sendiri, begitu juga dengan aplikasi untuk fitur payment dan tracking.

Hingga saat ini, IDAFF memiliki sekitar 30 aplikasi kecil. Karena menggunakan sistem microservices dan cloud-based, IDAFF pun relatif susah untuk mengalami downtime.

Apabila satu fitur membutuhkan resource lebih, maka fitur itu saja yang akan berkembang. Begitu juga sebaliknya jika terjadi down.

“Jika member area yang diserang, maka yang akan melambat hanya member area saja, maka service yang lain tidak terpengaruh.”

Jelas Ivan.

Dulu, IDAFF pernah mendapatkan 1-2 juta hits dalam sejam. Server pun harus dikembangkan hingga delapan belas hanya untuk tracking satu aplikasi.

Hebatnya, situs IDAFF sama sekali tidak mengalami perlambatan, apalagi down.

Hal tersebut juga tidak terlepas dari penggunaan teknologi Kubernetes dari Google Infrastructure. IDAFF memilih menggunakan produk Google karena mereka memiliki pengalaman yang sangat mumpuni dalam membangun data center.

Teknologi Kubernetes

Teknologi Kubernetes mampu mengubah teknologi menjadi open source sehingga bisa digunakan oleh IDAFF. Itulah mengapa ketiga puluh aplikasi yang dimiliki IDAFF dapat terkait dan saling menguatkan.

Untuk satu aplikasi kecil, umumnya IDAFF membutuhkan proses pengembangan selama 4-5 hari. Penerapan aplikasi tunggal untuk satu fitur tersebut memungkinkan IDAFF untuk langsung menggunakan aplikasi baru apabila ada aplikasi lama yang sudah tidak diperlukan.

IDAFF pun bisa langsung membuang aplikasi lama tersebut.

“Misalnya, saya butuh aplikasi A untuk melakukan aksi X. Ini dokumentasi API-nya, silakan baca, buat aplikasinya, pasang, lalu connect ke bagian yang diperlukan. Jadi, IDAFF ini bukan aplikasi “gendut” yang harus dibongkar setengah mati.”

Jelas Ivan.

Saat ini, satu orang bertanggung jawab atas satu aplikasi di IDAFF, tapi satu aplikasi bisa dikerjakan oleh banyak programmer.

Sementara itu, CTO bertugas untuk membuat plan arsitektur teknologi hingga server.

Misalnya, IDAFF hendak membuat fitur baru. Apabila COO menentukan bagian mana yang harus diprioritaskan karena berhubungan dengan marketing, maka CTO akan mempertimbangkan teknologi apa yang harus dipakai.

CTO lah Yang Membuat Perencanannya

Ivan juga berkata bahwa meski bertanggung jawab atas aspek teknologi di IDAFF, bukan berarti ia lepas tangan begitu saja dari bagian lain.

Bagaimana pun juga, teknologi tetap akan bersinggungan dengan tim marketing karena mereka lah yang membawahi sales dan customer support.

Mereka yang bisa menjual fitur ke para target user. Dengan mendengarkan tim marketing, CTO, CEO, dan COO bisa mengambil berbagai keputusan terkait masa depan perusahaan.

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

May 23

8 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Pelaku Affiliate Marketing 5/5 (1)

By ZULFIANTO | Affiliate

Jika Anda termasuk pendatang baru di bisnis affiliate marketing dan mengharapkan adanya kesuksesan jangka panjang, ada beberapa hal yang harus Anda ingat. Hindari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku di bidang affiliate marketing. Berikut adalah beberapa kesalahan dalam affiliate marketing. Pelajari & hindarkan diri Anda dari kesalahan yang sama. Dengan demikian semoga juga dapat mempersingkat jalan Anda menuju kesuksesan finansial.

 

Pengetahuan terhadap produk yang tidak memadai

Poin ini merupakan kesalahan terbesar dari affiliate marketing. Tidak mengenal dengan baik prodk yang Anda promosikan bisa membuat Anda kkehilangan kredibilitas dan kepercayaan dari pelanggan. Biasakan membaca dengan saksama dan banyak bertanya tentang informasi produk dari merchant (FAQ) sebelum mendaftar sebagai member ataupun afiliasi dari sebuah website.

Bahkan jika memang diperlukan, Anda dapat mencari tahu merchant dari produk, apakah pengelolanya adalah orang yang tepat untk diajak berbisnis.

Tidak memiliki situs sendiri

Supaya Anda memiliki sebuah identitas sebagai affiliate marketer, Anda disarankan untuk punya website sendri. Anda tidak harus memiliki sebuah situs yang wah, tetapi website dengan kurang lebih 5 halaman page site sudah lebih dari cukup. Langkah ini juga akan membantu Anda untuk menambah basis data konsumen atau mailing list Anda.

Situs pribadi juga dapat membantu Anda untuk memberikan promosi produk secara berulang kepada calon pelanggan yang sudah mendaftar di situs. Selanjutnya, sediakan pula informasi tentang ceruk pasar tertentu bagi pengunjung yang ditargetkan : menulis artikel, forum diskusi dan sebagainya. Hal ini akan menjadikan situs Anda lebih “hidup” di mana orang-orang berkunjung, bertemu & mesndiskusikan topik khusus.

Tidak membuat pengunjung berada cukup lama di situs Anda

Banyak affiliate marketer membuat kesalahan dengan mengarahkan pengunjung secara langsung ke situs merchant melalui link afiliasi. Ini merupakan kekeliruan besar. Setelah semua usaha yang Anda lakukan untuk menarik traffic ke website Anda, seharusnya Anda berupaya membuat mereka nangkring cukup lama di situs Anda. Jika tidak, pengunjung bisa meninggalkan situs Anda dalam hitungan detik.

Banyak affiliate marketer yang tidak membuat halaman registrasi mereka sendiri untuk terlebih dahulu mendapatkan minimal alamat email calon pelanggan, baru kemudian mengarahkan pelanggan potensial ke situs afliasi. Jika Anda melakukannya, selain menciptakan potensi untuk membuat mailing list Anda sendiri, lebih lanjut Anda juga bisa mempresentasikan produk yang direkomendasikan, bahkan mungkin saja dengan cara yang lebih baik & menarik dibanding situs merchant asal.

Dengan demikian, Anda memperoleh lebih banyak peluang untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Mengambil terlalu banyak program afiliasi

Sebagai pemula, Anda mungkin begitu bersemangat untuk menghasilkan lebih banyak income, sehingga Anda pun mendaftar untuk ikut serta dalam sebanyak mungkin program affiliate marketing. Ini juga merupakan salah satu kekeliruan. Upayakan agar Anda hanya fokus pada 3-4 program afiliasi berkualitas dengan produk yang juga berkualitas.

Selalu miliki pengetahuan yang cukup baik tentang produk sebelum Anda merekomendasikannya. Hal ini akan membuat perhatian Anda lebih terkonsentrasi untuk menawarkan produk afiliasi yang benar-benar memuaskan pelanggan Anda. Buatlah mereka berterima kasih kepada Anda.

Tidak menggunakan trik samaran atau cloaking tricks

Pengunjung dewasa ini sudah cukup jeli untuk mengenali link affiliate marketing yang Anda cantumkan dalam website Anda. Jika mereka keburu memiliki dugaan bahwa Anda tengah mencoba menjual sesuatu, bukan tidak mungkin pengunjung akan secara menutup situs Anda.

Karena itu, cobalah menerapkan strategi samaran (cloaking strategies) untuk memastikan pengunjung tidak akan langsung menganggap Anda tengah mengarahkan mereka ke situs merchant. Namun, gunakan hanya metode cloacking yang baik, karena strategi cloack yang buruk bisa merugikan komisi afiliasi Anda.

Jangan memilih program afiliasi dengan batas pembayaran yang tinggi

Banyak program merchant yang menetapkan batas pembayaran (payment threshold ) yang cukup tinggi, yang berarti bahwa jika Anda belum mencapai batas komisi afiliasi yang ditentukan, komisi Anda tidak bisa dicairkan. Jika batasan ini cukup tinggi, akan butuh waktu lama bagi Anda untuk menunggu hasil kerja Anda.

Demotivasi? Pasti! Karena itu, pilihlah selalu program afiliasi yang menawarkan pembayaran komisi dalam waktu tertentu (dalam periode yang tidak terlalu lama), tidak menetapkan batas pembayaran atau lebih baik lagi, jika tidak ada threshold sama sekali.

Miliki selalu minat pada produk afiliasi yang Anda ikuti

Logikanya di sini adalah Anda hanya bisa menjual atau merekomendasikan pembelian terhadap produk-produk yang Anda sendiri minati. Hal ini akan membuat Anda memiliki motivasi dan emosi positif saat mempelajari produk & kemudian menawarkannya kepada pengunjung.

Tidak membuat mailing list

Seperti disinggung pada poin 3 tadi, Anda perlu membuat satu halaman khusus di website untuk menangkap informasi pengunjung Anda. Bisa berupa sebuah halaman berisi formulir pendaftaran keanggotaan ataupun sekadar mengisi alamat email pengunjung. Hal ini akan membantu Anda untuk membangun personal mailing list Anda sendiri dan dalam jangka panjang, Anda masih dapat memanfaatkan daftar calon pelanggan potensial yang Anda miliki ini untuk menawarkan promosi produk lainnya.

Itu tadi beberapa kesalahan terbesar yang pernah dilakukan oleh pelaku affiliate marketing. Sebisa mungkin hindari hal-hal tersebut.

Berikan Rating anda untuk tulisan ini