Category Archives for "Email Marketing"

May 27

Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis email marketing Belum ada Rating.

By Cynthia Cecillia | Email Marketing

Selain sebagai alat untuk melakukan transaksi, email juga dapat berfungsi sebagai media untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Email marketing menjadi bagian penting yang tidak dapat terpisahkan dari dunia bisnis terutama bisnis online. Hampir setiap hari akan ada email marketing yang dikeluarkan oleh perusahaan, baik berupa newsletter sampai ke penawaran khusus.

Email marketing juga berguna untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan maupun calon plenggan dan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan konsumen. Selain itu, email marketing juga dapat menjaga hubungan baik antara pelaku bisnis dengan pelanggan. Lalu, bagaimana cara menuliskan email marketing yang efektif bagi konsumen agar bisa berpengaruh besar bagi bisnis Anda?

Memberikan informasi yang benar-benar menarik

Membombardir seseorang dengan email marketing setiap harinya tanpa henti tidak akan membuat orang menjadi tertarik dengan produk yang Anda tawarkan. Yang terjadi justru mereka akan mengalami kebosanan dengan hal tersebut. Berikanlah sesuatu yang menarik meskipun itu jarang Anda lakukan, hal itu akan lebih efektif dan bisa mencuri perhatian orang atau konsumen. Meskipun hal itu tidak akan langsung membuat calon konsumen melakukan transaksi dengan Anda, namun dengan adanya respon yang baik tentu saja akan sangat membantu Anda dalam membangun image brand di masa depan.

Starting Point dalam kalimat yang mengundang

Anda harus pintar menggunakan kalimat yang baik agar bisa menarik minat calon konsumen. Kesempatan untuk bisa menarik calon konsumen hanyalah sebentar, jadi jika tidak Anda manfaatkan dengan sebaik-baiknya maka email marketing yang Anda kirimkan aan sia-sia. Buatlah kata-kata yang menarik dan bisa menghipnotis calon konsumen agar mau membaca keseluruhan email Anda pada awal kalimat. Pastikan bahwa Anda melibatkan dan membangkitkan mereka dengan segala sesuatu yang membuat mereka ingin membaca email tersebut sampai selesai.

Sedikit informasi akan terasa lebih hangat

Meskipun bisnis yang Anda jalankan bersifat normal, namun jika Anda terlalu formal dalam menuliskan sebuah email marketing maka justru akan terlihat aneh. Sedikit informal bukan berarti Anda tidak serius dan menghilangkan kewibawaan dari produk Anda. Namun kalimat yang terlihat santai bertujuan untuk membuat konsumen menjadi nyaman dengan Anda.

Menjadikan email marketing lebih personal

Jadikan tulisan dalam email marketing Anda sedekat mungkin dengan para konsumen. Jangan sampai konsumen Anda merasa bahwa email marketing yang mereka dapatkan sama saja dengan email-email yang lainnya yang dikirim oleh seseorang. Anda bisa menjalin hubungan terlihat lebih dekat dengan menanyakan kabar, keadaan maupun sekedar menyebutkan namanya. Buatlah para konsumen merasa bahwa bahwa hanya dialah satu-satunya orang yang mendapatkan email tersebut, namun jangan berbohong. Dengan hal yang seperti itu, para konsumen akan merasa lebih tersanjung dan juga dihormati dengan adanya email dari Anda. Jika mereka sudah merasa dihormati dan tersanjung maka selanjutnya tergantung strategi bisnis Anda untuk menggaetnya.

Melakukan follow up dengan tepat

Lakukan follow up dengan tepat, artinya jangan hanya sekedar mengirimkan email marketing saja tanpa ada tindak lanjut. Hal itu sering terjadi pada Anda para pelaku bisnis online, mereka hanya rajin mengirimkan email marketing namun tidak ada tindak lanjut yang lebih serius lagi. Jangan karena tidak mendapatkan sebuah respon pada email pertama, Anda terus tidak melanjutkannya. Sebuah tindak lanjut yang serius dapat membuat konsumen semakin yakin dengan bisnis Anda. Tidak adanya tindak lanjut sekali saja terhadap konsumen maka nilai kredibilitas Anda akan jatuh secara drastis.

Itu tadi merupakan cara-cara efektif menuliskan email marketing yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

May 26

Email Marketing vs Social Media Marketing, Pilih yang Mana? Belum ada Rating.

By Cynthia Cecillia | Email Marketing

Media sosial telah mengukuhkan diri sebagai salah satu alat promosi paling efektif saat ini. Jadi wajar jika banyak pebisnis memakai media sosial untuk memperkenalkan produk mereka. Email juga tidak kalah efektifnya. Email sudah dipergunakan jauh sebelum situs jejaring sosial booming di tengah-tengah kita. Anda mungkin merasa bingung harus fokus ke mana. Berbicara soal email marketing vs social marketing, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa penerapan kedua strategi ini berbeda.

Pengguna email sangat besar, begitu pula dengan media sosial. Registrasi di situs-situs media sosial kerapkali membutuhkan email. Jadi dari sini bisa kita lihat bahwa pengguna email dan medsos bisa bersinggungan. Bagi anda yang sedang menjalankan promosi lewat email, jangan hentikan kampanye tersebut sebab email sampai kapanpun akan tetap dibutuhkan oleh pengguna internet.

Sementara bagi anda yang baru mencoba promosi lewat jejaring sosial, tingkatkan lagi penggunaannya. Ada begitu banyak media sosial dengan demografis yang berbeda-beda. Instagram contohnya memiliki fanbase yang terdiri atas orang-orang yang menyukai visual. Sementara Twitter merupakan wadah bagi mereka yang suka mengomentari topik-topik hangat yang sedang ada di masyarakat.

Keduanya punya keunggulan

Satu hal yang pasti, yaitu bahwa media sosial dan email punya keunggulan. Cari benang merah diantara keduanya sebab kedua strategi marketing ini bisa berjalan secara beriringan. Medsos punya ketergantungan terhadap email. Proses registrasi dan aktivasi akun seringkali melibatkan email. Begitu pula jika lupa password, anda perlu melakukan reset lewat email. Dengan pengguna lebih dari 2,6 milyar di seluruh dunia, email marketing masih menjadi sesuatu yang profitable. Angka ini lebih besar dari aktivitas pengguna Facebook dan Twitter.

Maka dari itu, jangan pernah remehkan kekuatan email untuk mendatangkan traffic menuju website dan meningkatkan penjualan. Hampir semua orang yang bergelut di dunia maya tahu dan paham cara menggunakan email. Hal yang sama juga terjadi pada jejaring sosial. Seiring dengan semakin bertambahnya pilihan medsos, orang semakin paham cara penggunaannya meskipun setiap situs punya layout dan menu yang berbeda-beda. Instagram, pinterest, facebook, dan twitter, semuanya punya interface yang berbeda. Tapi karena sering dipakai, kita tidak kesulitan untuk memahami penggunaan semua akun tersebut.

Berbeda dalam cara berinteraksi

Berinteraksi dengan seseorang via email hanya dimungkinkan jika email tersebut masuk ke inbox penerima. Jika email masuk ke spam, bisa jadi email tidak akan dibaca. Kemudian, interaksi umumnya bersifat dua arah, meskipun tembusan bisa dikirimkan ke banyak alamat email sekaligus. Ketika penerima email memberikan feedback, anda bisa menjawab dan komunikasi pun akan terjalin. Anda bisa menawarkan produk dan layanan secara langsung.

Komunikasi lewat email terkesan lebih personal. Fitur komunikasi personal seperti ini juga ada di jejaring sosial, yaitu dengan DM atau direct message. Tapi ada satu hal yang khas dari media sosial, yaitu bahwa update informasi yang diberikan bisa secara langsung dilihat oleh semua follower. Pada email, kita perlu menulis banyak alamat jika ingin mengirimkan pesan secara massal. Tapi pada Facebook, Twitter, atau Instagram, anda tidak perlu repot memberikan notifikasi satu persatu.

Cukup posting status atau gambar yang diinginkan, semua follower atau fans setia bisa melihatnya di halaman mereka. Interaksi pun bisa dilakukan secara terbuka, meski jika ingin lebih personal anda bisa berkirim DM kepada user tertentu. Ini membuat jejaring sosial tampak lebih praktis, tapi fungsi email tetap tidak tergantikan.

Sama-sama membutuhkan kreativitas

Baik promosi lewat email dan media sosial sama-sama membutuhkan kreativitas. Anda perlu membuat konten yang menggugah rasa penasaran agar fans atau penerima email merasa tertarik untuk mengklik link yang diberikan. Jadi, manakah yang akan anda dahulukan, email marketing vs social marketing?

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

May 24

Berkenalan dengan 6 Jenis Email Marketing yang Banyak Digunakan Belum ada Rating.

By Cynthia Cecillia | Email Marketing

Email marketing adalah salah pintu masuk bagi calong pelanggan Anda sebelum membeli produk Anda. Selain itu, email marketing dapat membantu untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan Anda. Hubungan baik yang terjalin, bisa membuat pelanggan Anda membeli produk Anda secara berulang-ulang. Pertanyaanya bagaiamana memulai untuk melakukan strategi email marketing ? jawabanya ialah dengan mengenali jenis-jenis email marketing agar cara promosi Anda tepat. Berikut ini 6 jenis email marekting yang harus Anda tahu.

Newsletter

Sebelum memutuskan untuk menggunakan newsletter dalam strategi pemasaran Anda, Anda harus terlebih dahulu menentukan tujuan Anda. Apa yang  menjadi tujuan utama Anda dalam email newsletter. Contohnya, Anda membuat newsletter agar semakin banyak orang membeli produk  Anda dan brand Anda semakin terkenal. Email jenis ini memiliki 3 keunggulan dalam melakukan pemasaran.

Pertama, Dengan isi yang informatif membuat email Anda dinilai positif oleh pelanggan Anda. Kedua, Anda bisa membuat orang mengujungi blog Atau website toko online Anda dari link newsletter yang Anda buat. Ketiga, Dengan newsletter Anda bisa memberikan informasi terbaru mengenai bisnis Anda misalnya diskon, pengumuman, survei dll. Kelemahanya, email jenis ini jauh lebih rumit dalam pembuatan desain emailnya agar sesuai dengan tujuan Anda.

Digest email

Digest email jenis ini berisi kumpulan link populer dari Artikel atau produk toko online. Email jenis ini sering digunakan oleh agen kontes. Cotohnya, saya bergabung di salah satu kontes desain logo di sebuah website, setiap minggu website tersebut mengirimkan saya email tentang kontes yang sedang berjalan pada website tersebut.

Email khusus

Email jenis ini juga dikenal sebagai email yang berdiri sendiri, karena hanya mengandung satu informasi tertentu dan menggunakan alamat email yang berbeda. Keunggulan email jenis ini, pertama meningkatkan jumlah orang yang di ajak untuk bergabung dalam sebuah promosi karena hanya satu penawaran. Kedua, mudah di ukur hasil dari email marketing yang Anda buat. Kelemahanya tidak adanya jadwal teratur dan perbedaan alamat email pengirim membuat orang enggan untuk membuka email.

Email untuk leads atau follow-up

Email ini merupakan serangkaian email yang dikirimkan ke pelanggan dengan konten yang informatif. Email jenis ini memiliki manfaat untuk menjaga agar pelanggan email Anda setia. Keunggulan email jenis ini, sangat dinantikan oleh pelanggan Anda karena didalamnya terdapat informasi yang pelanggan Anda butuhkan. kelemahan bila tidak di segmentasi bisa membuat pelanggan Anda lari.

Misalnya Anda pemilik sebuah website tantang pengusaha internet. Kemudian ada seseorang yang memberikan kontak emailnya untuk mendownload e-book Tentang email marekting. Artinya orang ini suka dengan email marketing, kemudian karena website Anda menyajikan informasi seputar pengusaha internet tentu ada materi motivasi. Bila Anda mengirimkan materi motivasi kepada orang yang hanya tertarik dengan email marketing bisa jadi orang itu akan berhenti untuk menerima email yang Anda kirimkan.

Sponsorship email

Jika Anda ingin menjangkau khalayak yang sama sekali baru dan menghasilkan calon pelanggan baru, Anda mungkin ingin mencoba email sponsorship. Dalam email sponsorship, Anda membayar untuk dimasukkan salinan dalam newsletter vendor lain. Keuntungan terbesar dari email sponsorship adalah bahwa mereka sangat ditargetkan, memungkinkan Anda untuk lebih spesifik dalam menentukan segmen yang ingin Anda jangkau. kelemahanya Anda harus membayar untuk mengirimkan email jenis ini.

Email transaksional

Email transaksional adalah pesan yang bisa dipicu oleh tindakan tertentu  telah diambil, yang memungkinkan mereka untuk menyelesaikan tindakan itu. Misalnya, jika Anda mendaftar untuk webinar, Anda akan mengisi formulir dan kemudian menerima transaksional (terima kasih) email yang menyediakan Anda dengan informasi login agar bisa bergabung.

Keuntungan terbesar dari email transaksional meningkatkan jumlah pageview. Sayangnya, salah satu kelemahan email transaksional adalah bahwa mereka dapat menjadi penghalang untuk menjadi pelanggan Anda. Kadang-kadang orang akan pergi setelah menekan tombol beli, karena harus menjadi anggota untuk berbelanja. Tetapi Anda bisa menyiasatinya dengan membuat pilihan untuk langsung belanja. Selamat mencoba!

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

May 24

Ketahui 5 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Email Marketing Belum ada Rating.

By Cynthia Cecillia | Email Marketing

Saat membuat email marketing, sebaiknya Anda memahami apa saja kesalahan yang harus dihindari dalam membuat email marketing. Hal ini tentu sangat penting untuk diperhatikan. Banyak kesalahan-kesalahan dalam email marketing yang membuat calon konsumen menjadi tidak tertarik membuka email marketing milik Anda. Apa saja kesalahan-kesalahan tersebut? Berikut ini merupakan 5 kesalahan yang harus dihindari dalam membuat email marketing.

Pengiriman email yang tidak teratur

Sesuatu yang tidak dijadwalkan sering kali membuat seseorang terlupa akan suatu hal. Begitu pula dengan email marketing. Email marketing yang kurang terjadwal mengakibatkan pengiriman email marketing yang kurang teratur. Jangan sampai terlambat sehari pun. Hal tersebut akan membuat pelanggan Anda menganggap bahwa perusahaan Anda kurang professional. Oleh karena itu, jadwalkan secara baik dan benar pengiriman email marketing Anda. Lebih baik lagi apabila Anda menggunakan engine email marketing yang bagus dan teruji. Engine email marketing yang bagus pada umumnya memiliki sistem penjadwalan yang bagus pula.

Kurangnya promosi subscribe email

Kesalahan selanjutnya adalah kurangnya promosi cara subscribe email. Hal ini berimbas pada jumlah subscriber yang stagnan dalam kurun waktu yang lama. Pada awal peluncuran fitur ini, mungkin Anda sangat antusias untuk mempromosikan cara subscribe email. Namun, apabila sudah berbulan-bulan, mungkin Anda akan lupa bahwa Anda memiliki fitur ini. Oleh karena itu, perbarui promosi email marketing Anda paling tidak sekali dalam 3 bulan.

Kurang peduli dengan preview

Dalam beberapa server email, Gmail misalnya, preview email pada umunya muncul sebagai notifikasi. Preview tersebut biasanya memunculkan baris pertama dari isi email Anda. Apabila baris pertama Anda kurang menarik, pelanggan Anda bukan tidak mungkin akan mengabaikan email Anda. Oleh karena itu, Anda harus membuat baris pertama email Anda semenarik mungkin sehingga pelanggan Anda langsung dapat membaca maksud Anda dalam email tersebut.

Kesal dengan banyaknya orang yang meng-unsubscribe

Meski kehilangan subscriber memang menjengkelkan, jangan terburu kesal karena hal tersebut. Dalam email marketing, jumlah orang yang subscribe dengan yang unsubscribe bisa jadi sama banyak. Berpikirlah positif dengan menganggap orang yang unsubscribe adalah orang yang tidak akan membeli apapun dari Anda. Sia-sia apabila Anda terus menerus mengirimkan promosi kepada orang yang tidak membeli apapun dari Anda.

Tes email dengan email pelanggan

Berhasil atau tidaknya email marketing biasa diukur dengan sebuah tes. Jangan pernah menggunakan email pelanggan untuk tes tersebut. Gunakan akun tersendiri untuk mengetes email marketing Anda. Bila Anda menggunakan engine email marketing, mungkin Anda tidak akan merasa kerepotan dengan hal ini. Pasalnya, engine email marketing biasanya telah menyediakan email terpisah untuk melakukan testing.

Itulah tadi beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam membuat email marketing. Selamat ber-email marketing!

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

May 23

5 Kesalahan Umum dalam E-mail Marketing Belum ada Rating.

By ZULFIANTO | Email Marketing

Berbicara tentang e-mail marketing, jika email yang kamu kirimkan sudah dilihat oleh penerima, kamu telah memenangkan separuh pertandingan. Persaingan e-mail marketing ternyata berkembang dengan sangat cepat, sangat tidak bisa diprediksi, sehingga dengan mempelajari kesalahan orang lain menjadi kunci untuk memecahkan masalah yang mungkin terjadi dan meningkatkan prosesnya.

Pasar online saat ini penuh sesak dengan orang-orang yang datang dan pergi serta dengan mudahnya diblok. Pastikan kamu menjauhi lima kesalahan yang sering terjadi di bawah ini, agar penerima emailmu akan benar-benar membaca pesan yang kamu sampaikan.

Sangat penting bagi penerima email dari pengirim yang mereka kenal/ketahui, atau mereka akan segera menghapus sebelum kamu sempat menuliskan subjek email! Kesalahan yang cenderung dilakukan pengirim email adalah membuat perubahan dari identitas pengirim.

Penerima email mungkin tidak akan mengenali nama pengirim dan langsung saja menghapus atau memasukkannya ke dalam junk tanpa membukanya. Jika mereka adalah calon pelanggan yang potensial, kesalahan ini akan berakibat fatal pada bisnismu.

Penting untuk tetap membuat pesan yang disampaikan menarik dan pastikan subjek emailnya konsisten dengan body email. Pesan yang tidak jelas dan membingungkan akan membuat pembaca tidak tertarik. Dan akan membuat email yang sudah susah payah kamu rancang dikategorikan dalamspam atau junk mail.

Banyak pengirim e-mail marketing dengan penyedia layanan yang kurang tepat atau profesional. Dengan begitu hasil yang didapat juga tidak sesuai. Tanpa adanya sistem e-mail marketing yang profesional, kemungkinan kegagalan yang terjadi akan sangat tinggi. Secara teknis, kegagalan itu sama seperti kesalahan yang dilakukan oleh para spammers.

Para pelaku e-mail marketing seringkali lupa untuk mengevaluasi dan mempelajari statistik pesan. Selalu memantau dan memahamifeedbackseperti open rates, click rates, delivery rates, dan unsubscirbe rates adalah bagian yang penting setelah e-mail marketing kamu kirimkan. Dengan begitu kamu akan lebih mudah menyusun strategi komunikasi. Kamu akan langsung mengetahui jika ada kesalahan dan segera mengoreksi atau memperbaikinya.

Mengirimkan pesan yang kurang unsur personalisasi akan menyebabkan hilangnya minat pembaca. Tujuan dari personalisasi adalah untuk membangun hubungan yang lebih intim. Pesan yang impersonal cenderung bersifat fake dan spammy. Para pembaca akan langsung berpikiran bahwa email yang kamu sampaikan adalah sebuah penipuan. Pesan yang terstruktur dengan baik bisa dimulai dengan CTA/ ajakan yang menarik.

Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak melakukan test email sebelum mengirimkan pesan ke seluruh alamat email. Mungkin memang memakan waktu, tapi usaha itu akan sepadan dengan hasil yang diterima. Kesalahan atau ketidakakuratan pesan bisa saja terjadi, dan kesalahan itu akan membuatmu tidak profesional dan dianggap sebagai pesan spam. Lebih baik luangkan waktu sedikit untuk memeriksa ulang semua yang kamu buat.

Memahami dan mewaspadai kesalahan e-mail marketing yang sering terjadi dalam bisnis adalah kunci sukses yang penting. Kamu dapat mengambil pelajaran dan melakukan penyempurnaan bagi bisnismu. Luangkan waktu untuk melakukan riset dan investasikan waktu untuk menciptakan produk yang berkualitas.

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

Apr 11

Email Marketing VS Media Social Belum ada Rating.

By Cynthia Cecillia | Email Marketing

Media sosial memiliki banyak kegunaan dalam hal pemasaran. Ketika digunakan dengan benar, media sosial memungkinkan kita untuk membangun hubungan yang tulus dengan pelanggan atau followers. Itu akan membantu kita dalam mencari tahu apa yang dikatakan orang tentang brand kita dan memudahkan kita untuk berbagi konten menarik dengan followers. Terlepas dari apakah mereka berada dalam lingkup B2B atau B2C, kebanyakan bisnis saat ini tidak bisa terlepas dari keberadaan media sosial.

Akan tetapi, ada satu sisi yang membuat media sosial tidak cukup baik, yaitu dari sisi leadgeneration. Lead generation sendiri adalah cara bagaimana kita bisa menghasilkan konversi dari orang-orang yang datang ke website, seperti menghasilkan penjualan dari mereka, mendapatkan alamat email mereka, dan lain-lain.

Media sosial bekerja secara efektif untuk banyak kegiatan pemasaran, tetapi menghasilkan lead baru bukan salah satu keunggulan dari mereka. Bahkan, ketika dikirimkan untuk menghasilkan lead, emailmarketing akan selalu mengalahkan media sosial. Salah satu studi pada tahun 2014 menunjukkan bahwa tingkat konversi email 40 kali lebih tinggi dibandingkan dengan gabungan dari Facebook dan Twitter. Jadi, mengapa email, saluran komunikasi yang relatif tua, dianggap lebih cocok menghasilkan lead? Berikut adalah beberapa alasannya.

Followers yang sudah mengenal bisnis kita bisa diraih

Orang dalam database email kita telah opt-in untuk mendapatkan informasi seputar brand kita. Mereka sudah tahu kita, dan pada satu titik, kita telah cukup mengesankan orang-orang ini bahwa mereka telah mengangkat tangan mereka dan telah menunjukkan bahwa mereka ingin mendengar informasi dari kita di kemudian hari.

Sedangkan, media sosial tidak memiliki tingkat komitmen yang sama. Sebuah “follow” di media sosial tidak cukup kuat seperti email opt-in. Mengikuti seseorang di media sosial adalah kegiatan yang lebih pasif daripada mendaftar untuk komunikasi email. Mengikuti ribuan orang dan brand di media sosial adalah hal yang tidak biasa, tetapi kebanyakan justru akan mendaftar untuk email. Email mempunyai tingkat yang lebih dalam secara engagement dan kepercayaan.

Media sosial terlalu ramai

Terlalu ramai, hal yang membuat media sosial menarik dan dinamis, tetapi membuat saluran pemasarannya menjadi sulit, yaitu jumlah konten. Dalam satu hari, pengguna Twitter menghasilkan 500 tweet. Di Facebook, pengguna memasukkan 55 juta update status per hari. Pada Instagram, lebih dari 70 juta gambar yang di-posting setiap hari.

Perusahaan bersaing untuk mendapatkan perhatian orang pada media sosial. Karena volume dan kecepatan konten media sosial, hanya sebagian kecil dari followers yang melihat update kita. Bahkan, edgerank milik Facebook membatasi jangkauan posting kita: hanya dua sampai enam persen dari fans/followers yang benar-benar melihat konten kita. Twitter tidak memiliki algoritma (setidaknya belum), tetapi mudah kehilangan pembaruan karena jumlah tweet orang lain yang banyak.

Orang-orang lebih suka melihat atau mengklik email

Open rate untuk pesan email marketing umumnya dalam kisaran 20 sampai 25 persen. Jika kita menganggap tingkat “reach” mencapai enam persen untuk Facebook, itu berarti pesan kita lima kali lebih mungkin untuk dilihat melalui email daripada di media sosial. CTR juga umumnya lebih tinggi pada email. CTR dari email umumnya dalam kisaran tiga persen, sementara tingkat CTR pada tweets umumnya dalam kisaran 0,5 persen.

Dapat menjelaskan lebih lengkap pada email

Beberapa hal membutuhkan lebih dari 140 karakter. Ya, memang email harus singkat juga, tetapi setidaknya kita tidak terbatas pada jumlah karakter tertentu. Untuk membuat seseorang mengambil sebuah tindakan, kita tentu perlu untuk mengatakannya lebih dari sekedar beberapa kalimat.

Email marketing tidak membunuh SEO, lalu social media marketing juga tidak membunuh email marketing. Bahkan, email masih lebih unggul dibanding media sosial, dan mungkin akan terjadi selamanya. Akan tetapi, tidak berarti kita harus meninggalkan media sosial. Kita hanya perlu memikirkan kembali pendekatan kita untuk media sosial, dan mempertimbangkan keterbatasan yang sangat nyata dari media ini.

Langkah pertama yang diambil adalah mengakui dulu bahwa media sosial tidak selalu menjadi media untuk lead generation. Bagi banyak perusahaan, media sosial lebih cocok untuk aktivitas brand awareness dan berfungsi sebagai customer support. Mengingat bahwa kita mengetahui email hampir selalu mendapatkan konversi yang lebih baik daripada media sosial, kita perlu memikirkan cara-cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut–-mengonversi pengikut media sosial menjadi subscribers pada email.

Cara terbaik untuk melakukan hal itu adalah melalui blog perusahaan. Jika membuat posting blog yang berkualitas tinggi, mengapa kita tidak mulai membuat newsletter blog dan menggiring orang ke dalam database kita itu? Ketika orang opt-in newsletter, kita telah mengantongi data profil mereka. Kita dapat memulai pemasaran kepada mereka melalui email.

Pencarian Terkait :

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

Apr 11

Autoresponder : Sebaiknya berlangganan atau install sendiri 5/5 (1)

By ZULFIANTO | Email Marketing

Sebaiknya berlangganan Autoresponder sendiri atau beli software eMail marketing kemudian install sendiri yah???

 

itu adalah pertanyaan yang dulu sering saya tanyakan kepada diri saya sendiri, karena pada dasarnya untuk seorang yang baru melangkah lebih jauh untuk meningkatkan strategi bisnis menggunakan email marketing tentu saja layanan autoresponder menjadi hal yang wajib di pertimbangkan.

Kenapa begitu? ya karena layanan autoresponder yang akan digunakan sangat berpengaruh besar terhadap sukses atau tidak nya email campaign (kampanye email) yang kita kirimkan ke subscriber kita. baik dari sisi performa email dan lain sebagainya.

Autoresponder sendiri adalah sebuah program internet yang berfungsi untuk menangkap data pengunjung ( biasanya nama dan alamat email ) dan memfollow up nya dengan mengirim email secara berkala untuk diarahkan sesuai dengan kehendak pemiliknya.

Tujuan nya untuk mempromosikan atau mengirimkan informasi yang bertujuan untuk menjual atau menawarkan sesuatu kepada subscriber email yang sudah kita miliki.

Manfaat nya, jika digunakan untuk menjual jasa (layanan) atau produk akan meningkatkan nilai konversi dari penawaran yang kita berikan ke subscriber.

Autoresponder : perbedaan install sendiri dengan berlangganan email marketing

 

kemudian perbedaan menggunakan layanan berbayar dengan install sendiri adalah :

Berlangganan email marketing software (autoresponder)

  • Ada Biaya Langganan Bulanan, Tahunan, dll
  • Jumlah Pengiriman Email Terbatas
  • Jumlah list, kategori, campaign,dll terbatas
  • kita sebagai pengguna tinggal pakai saja, tanpa bingung setting ini itu nya
  • layanan SMTP menggunakan milik penyedia layanan (kadang ada juga yang menyediakan external smtp)
  • Harus mengikut kebijakan penyedia layanan.
  • dll (tambah sendiri)

Install Sendiri

  • Tidak ada biaya langganan (sekali beli pake selamanya, tergantung software)
  • Diinstall di server milik kita sendiri
  • list campaign tidak terbatas
  • pengiriman email tidak terbatas
  • bebas menggunakan SMTP sendiri atau dari penyedia SMTP luar
  • memiliki akses penuh terhadap system email autoresponder
  • harus faham system (standard lah)
  • dll (tambah sendiri)

sebenarnya, untuk memilih menggunakan layanan autoresponder berlangganan atau install sendiri tergantung dari kebutuhan si pengguna saja, berdasarkan besar atau kecilnya list pelanggan yang dimiliki.

SARAN :

kalau menurut saya sih, jika memang sudah memiliki cukup dana untuk investasi bisnis sebaiknya menggunakan Software autoresponder yang bisa di install sendiri ke server kita.

Rekomendasi :

Silahkan klik salah satu rekomendasi tools autoresponder dibawah ini.

Semoga Bermanfaat.

Pencarian Terkait :

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

Jan 17

Keunggulan Menggunakan Email Marketing untuk Bisnis 5/5 (1)

By Cynthia Cecillia | Email Marketing

Elektronik mail atau biasa disingkat dengan email adalah komunikasi surat menyurat melalui internet. Surat bisa berupa pesan teks dan gambar baik itu dalam format HTML maupun teks asli. Sekarang ini banyak penyedia layanan email berbasis web, yang paling banyak digunakan adalah Gmail, Yahoo Mail dan Hotmail.

Belakangan ini email tidak hanya digunakan sebagai surat-menyurat secara pribadi atau komunikasi antara dua pihak atau lebih, tetapi juga sebagai alat pemasaran produk atau jasa di dunia internet. Pemasaran berbasis email atau menggunakan email sebagai alat pemasaran disebut Email marketing. Istilah Email marketing biasanya dilawankan dengan istilah Direct Mail yaitu pemasaran atau pengiriman brosur/surat secara langsung, misalnya, melalui kantor pos dan sebagainya.

Meskipun telah banyak bermunculan metode-metode baru dalam pemasaran dalan internet, tetapi email marketing masih diandalkan karena email masih menjadi alat komunikasi yang sering digunakan oleh pemiliknya selain facebook maupun situs jejaring sosial lainnya. Selain itu email juga sangat diperlukan bila kita ingin bergabung dalam banyak hal di internet.

Bisnis menggunakan email marketing memiliki banyak manfaat malalui beberapa saluran pemasaran lainnya. Direct Marketing Association (DMA) menunjukan bahwa email marketing telah mengejar direct mail dalam hal efisiensi bisnis online. Berapa pun ukuran bisnis Anda, besar maupun kecil, Anda bisa memanfaatkan keuntungan dari email marketing. Berikut ini merupakan beberapa manfaat email marketing dan alasan mengapa Anda harus menggunakannya.

Lebih personal

Surat merupakan sarana komunikasi yang sifatnya pribadi. Dengan menggunakan surat (dalam hal ini email)  anda bisa melakukan pemasaran dengan sentuhan yang lebih personal. Dengan pendekatan yang lebih personal diharapkan akan lebih mudah untuk menggugah ketertarikan calon konsumen. Namun bagi seorang marketer, hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk berimprovisasi dalam menghasilkan sales letter yang ‘menyentuh’.

Kontinyuitas

Dengan email marketing, anda bisa memasarkan dagangan anda terus menerus secara kontinyu bahkan bisa diotomatisasi. Tugas anda hanyalah membuat beberapa sales letter yang menarik dan mengatur kapan surat-surat tersebut dikirim dan kapan  anda membalas surat -surat yang masuk. Selanjutnya tugas autoresponderlah yang mengirim surat anda sebagaimana yang sudah anda setting waktunya. Anda hanya perlu kerja sekali dan autoresponder mengirimkannya berkali-kali sesuai settingannya.

Lebih cepat

Kampanye menggunakan direct mail dapat memakan waktu Anda. Biasanya lebih dari sebulan untuk bisa mengeksekusi suatu pesan dan kemudian Anda harus menunggu pos untuk kembali mengirimkannya kepada pelanggan. Sedangkan email marketing membutuhkan waktu yang relatif sedikit untuk merencanakan dan melaksanakan email kampanye dan Anda akan mendapatkan hasil segera.

Lebih murah

Anda tidak perlu  mengeluarkan biaya ongkos kirim jika menggunakan email marketing. Dengan tingkat respon yang lebih tinggi dari direct mail, email marketing akan memberikan keuntungan bagi Anda.

Dapat diukur

Kampanye meggunakan email dapat dilacak sepenuhnya. Anda bisa melihat berapa banyak email yang dikirimkan. Dari keunggulan ini Anda bisa melihat seberapa banyak tingkat respon terhadap produk yang akan Anda jual.

Membangun hubungan dengan pelanggan

Karena berkomunikasi dengan email lebih murah dan mudah, beberapa perusahaan sering menggunakan email untuk tetap berkomunikasi secara rutin dengan pelanggan. Hal ini memungkinkan Anda untuk membangun hubungan yang kuat dengan mereka. Email Marketing adalah media yang ideal untuk menawarkan suatu produk kepada pelanggan.

Dengan banyaknya keunggulan yang diberikan email marketing, pelaku bisnis online akan mudah mempromosikan produknya yang memberikan banyak kesempatan untuk meraih sukses.

Pencarian Terkait :

Berikan Rating anda untuk tulisan ini