email marketing

Mana yang Terbaik, Email Marketing atau Media Sosial?

Posted on

Seperti perdebatan telur dan ayam, marketer pun bisa berdebat hebat untuk membuktikan mana yang paling efektif bagi merek mereka, email marketing atau social media marketing. Tentunya, keduanya memiliki manfaat. Media sosial merupakan alat baru yang lagi populer sekarang, dan banyaknya platform baru yang bermunculan membuat para marketer memiliki cara-cara baru untuk menjangkau pengikut mereka.

Email di lain pihak, memberikan keyakinan yang datang dengan suatu kebiasaan yang membudaya. Jadi mana yang lebih baik bagi bisnis Anda? Keduanya melayani kebutuhan yang sama sekali beda, sehingga kurang tepat rasanya menilai keduanya dengan standar yang sama. Pasalnya, Anda membutuhkan media sosial untuk menjangkau target pelanggan, dan memerlukan email untuk memelihara pelanggan.

Untuk meyakinkan Anda bahwa email dan media sosial sama-sama bekerja dengan baik dan tidak saling bersaing, berikut informasi yang kami kutip dari B2C.

Media sosial membangun awareness dan engagement

Facebook telah mengubah dunia yang kita kenal menjadi seperti sekarang. Hari ini, hampir tiga perempat dari semua pengguna internet minimal memiliki satu akun media sosial. Berikut rincian pengguna media sosial berdasarkan usia:

89% orang berusia 18-29 tahun aktif di media sosial.

72% orang berusia 30-49 aktif di media sosial.

60% orang berusia 50-60 tahun aktif di media sosial.

43% orang berusia 65+ aktif di media sosial.

Media sosial sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran (awareness) merek atau produk dan memperkuat interaksi antara bisnis dan pelanggan. Cara terbaik melakukannya adalah dengan mengirimkan konten menarik, kemudian mengarahkan pengikut ke website atau laman arahan untuk berlangganan email.

Jika media sosial digunakan untuk penjualan, bersiaplah kecewa. Sebuah survei yang dilakukan oleh Javelin Strategy & Research menemukan bahwa hanya 18% responden mengatakan sangat mungkin untuk melakukan pembelian melalui media sosial tahun depan. Sementara 67% responden mengatakan tidak mungkin atau sangat tidak mungkin melakukannya.

Baca Juga  Ini Tools Email Marketing yang Sesuai untuk Promosi Bisnis Anda

Itu artinya konsumen yang berada di media sosial tidak dalam suasana hati untuk melakukan pembelian. Jadi, jika Anda mencoba menjual sesuatu di sana, itu hanya akan menggangu mereka saja. Sebaliknya berikanlah apa yang mereka inginkan di media sosial, yaitu konten menarik dan bangun hubungan dengan mereka.

Anda dapat memulai proses penjualan dengan mereka hanya ketika mereka cukup memercayai Anda dengan cara berlangganan email.

Email mengakhiri deal

Setelah pelanggan mendaftarkan alamat emailnya, ada baiknya Anda mengirimkan email selamat datang dan menjelaskan apa yang diharapkan perusahaan. Misalnya, meminta mereka mengizinkan Anda mengirimkan email biasa (newsletter mingguan) dan email promosi (untuk penjualan atau acara khsusus).

Rata-rata pelanggan menerima 416 email komersil per bulan, sehingga Anda harus memastikan email terlihat oleh mereka. Paling penting, Anda harus memastikan email telah dioptimalkan untuk perangkan mobile.

Pasalnya, hampir setengah dari semua email dibuka dari perangkat mobile dan 64% pengambil keputusan membuka email dari smartphone mereka.

Jika tampilan email tidak bisa di baca melalui perangkat mobile, pembaca akan menghapus pesan dan pindah ke pesan berikutnya. Ambil uang dan kesetiaan mereka dengan cara mereka. Tidak perlu membandingkan kekuatan keduanya, Anda hanya perlu mengombinasikan kedua strategi tersebut dan pasti Anda akan melihat hasilnya.

Suka artikel ini? bagikan!