Search Results for: iman dan taqwa zulfianto

Dec 17

Iman dan Takwa : Apa artinya, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari 5/5 (1)

By ZULFIANTO | Sharing

Iman dan Takwa

Iman dan Takwa, Orang Beriman belum tentu bertakwa. orang bertakwa sudah tentu beriman, kenapa ? yuk simak sharing berikut.

Apa artinya Iman ?

Perkataan iman yang berarti ‘membenarkan‘ itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: “Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman.” Iman itu ditujukan kepada Allah, kitab kitab dan Rasul. Iman itu ada dua jenis: Iman Hak dan Iman Batil.

Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang – orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. Atau juga pandangan dan sikap hidup.

Apa artinya Takwa ?

Takwa / Taqwa : adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada kepercayaan akan adanya Allah, membenarkannya, dan takut akan Allah. Istilah ini sering ditemukan dalam Al-Quran.

Muttaqin : yang merujuk kepada orang-orang yang bertakwa, atau dalam perkataan Ibnu Abbas, “orang-orang yang meyakini (Allah) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya.

Taqwa / takwa menurut bahasa umum saya adalah, Umat Islam yang beriman yang selalu menjauhi SEGALA larangan Allah, dan melakukan SEGALA PERINTAH Allah.

nah, kenapa saya sebutkan Orang beriman belum tentu bertakwa sedangkan yang bertakwa sudah jelas beriman?

Masih banyak kan, yang meng-imani Allah, Rasull dan lainnya itu masih meninggalkan perintah Allah, dan masih banyak juga yang melakukan Larangan Allah. Sementara Orang yang bertakwa (meninggalkan larangan, dan melakukan perintah Allah) sudah jelas dia meyakini Allah dan Rasull.

Bagaimana penerapan Iman dan Taqwa dalam kehidupan sehari-hari ?

Berikut ini adalah salah satu dari sekian banyak penerapan Iman dan Takwa dalam kehidupan sehari-hari :

  • Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran
  • Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Qur’an dan Sunnah
  • Carilah ilmu syar’i
  • Mengikutilah halaqah dzikir
  • Perbanyaklah amal shalih
  • Lakukan berbagai macam ibadah
  • Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah
  • Banyak-banyaklah ingat mati
  • Mengingat-ingat dahsyatnya keadaan di hari akhirat
  • Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam
  • Berdzikirlah yang banyak
  • Perbanyaklah munajat kepada Allah dan pasrah kepada-Nya
  • Tinggalkan angan-angan yang muluk-muluk
  • Memikirkan kehinaan dunia
  • Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah
  • Menguatkan sikap al-wala’ wal-bara’
  • Bersikap tawadhu
  • Perbanyak amalan hati
  • Sering menghisab diri
  • Berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan iman

Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.

a. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda
b. Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut
c. Iman menanamkan sikap self help dalam kehidupan.
d. Iman memberikan ketentraman jiwa
e. Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah)‏
f. Iman melahirkan sikap ikhlas dan konseku
g. Iman memberikan keberuntungan
h. Iman mencegah penyakit.

Kesimpulan

Iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup. Sedangkan takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

Sumber :
– dari berbagai sumber

Pencarian Terkait :

Berikan Rating anda untuk tulisan ini