Tag Archives for " Affiliate Marketing "

May 25

Idaff Gunakan Sistem Microservices Berbasis Cloud 5/5 (1)

By ZULFIANTO | Affiliate

Microservices Berbasis Cloud – Penggunaan teknologi dalam suatu bisnis tidak terlepas dari peran CTO. Namun, hingga kini masih banyak orang yang salah kaprah bahwa CTO merupakan orang yang bertugas untuk meng-coding seluruh aplikasi yang ada.

Memang benar bahwa CTO membawahi teknologi, tetapi sebagai CTO IDAFF, Ivan mengatakan bahwa sebetulnya fungsi CTO lebih mengarah pada tujuan pengadopsian teknologi, vendor yang bisa diajak bekerja sama, dan lain sebagainya.

“Meski begitu, di IDAFF, saat ini coding berada di bawah CTO karena COO fokus pada marketing.”

Tambah Ivan.

Apabila ada satu hal yang paling menonjol dari IDAFF, maka itu adalah teknologi yang diterapkan secara microservices dan cloud-based.

IDAFF bukanlah sistem yang besar, melainkan kumpulan dari aplikasi-aplikasi kecil yang saling terhubung dan bekerja sama.

Misalnya, admin area memiliki aplikasi sendiri, begitu juga dengan aplikasi untuk fitur payment dan tracking.

Hingga saat ini, IDAFF memiliki sekitar 30 aplikasi kecil. Karena menggunakan sistem microservices dan cloud-based, IDAFF pun relatif susah untuk mengalami downtime.

Apabila satu fitur membutuhkan resource lebih, maka fitur itu saja yang akan berkembang. Begitu juga sebaliknya jika terjadi down.

“Jika member area yang diserang, maka yang akan melambat hanya member area saja, maka service yang lain tidak terpengaruh.”

Jelas Ivan.

Dulu, IDAFF pernah mendapatkan 1-2 juta hits dalam sejam. Server pun harus dikembangkan hingga delapan belas hanya untuk tracking satu aplikasi.

Hebatnya, situs IDAFF sama sekali tidak mengalami perlambatan, apalagi down.

Hal tersebut juga tidak terlepas dari penggunaan teknologi Kubernetes dari Google Infrastructure. IDAFF memilih menggunakan produk Google karena mereka memiliki pengalaman yang sangat mumpuni dalam membangun data center.

Teknologi Kubernetes

Teknologi Kubernetes mampu mengubah teknologi menjadi open source sehingga bisa digunakan oleh IDAFF. Itulah mengapa ketiga puluh aplikasi yang dimiliki IDAFF dapat terkait dan saling menguatkan.

Untuk satu aplikasi kecil, umumnya IDAFF membutuhkan proses pengembangan selama 4-5 hari. Penerapan aplikasi tunggal untuk satu fitur tersebut memungkinkan IDAFF untuk langsung menggunakan aplikasi baru apabila ada aplikasi lama yang sudah tidak diperlukan.

IDAFF pun bisa langsung membuang aplikasi lama tersebut.

“Misalnya, saya butuh aplikasi A untuk melakukan aksi X. Ini dokumentasi API-nya, silakan baca, buat aplikasinya, pasang, lalu connect ke bagian yang diperlukan. Jadi, IDAFF ini bukan aplikasi “gendut” yang harus dibongkar setengah mati.”

Jelas Ivan.

Saat ini, satu orang bertanggung jawab atas satu aplikasi di IDAFF, tapi satu aplikasi bisa dikerjakan oleh banyak programmer.

Sementara itu, CTO bertugas untuk membuat plan arsitektur teknologi hingga server.

Misalnya, IDAFF hendak membuat fitur baru. Apabila COO menentukan bagian mana yang harus diprioritaskan karena berhubungan dengan marketing, maka CTO akan mempertimbangkan teknologi apa yang harus dipakai.

CTO lah Yang Membuat Perencanannya

Ivan juga berkata bahwa meski bertanggung jawab atas aspek teknologi di IDAFF, bukan berarti ia lepas tangan begitu saja dari bagian lain.

Bagaimana pun juga, teknologi tetap akan bersinggungan dengan tim marketing karena mereka lah yang membawahi sales dan customer support.

Mereka yang bisa menjual fitur ke para target user. Dengan mendengarkan tim marketing, CTO, CEO, dan COO bisa mengambil berbagai keputusan terkait masa depan perusahaan.

Berikan Rating anda untuk tulisan ini

May 23

8 Kesalahan Terbesar yang Dilakukan Pelaku Affiliate Marketing 5/5 (1)

By ZULFIANTO | Affiliate

Jika Anda termasuk pendatang baru di bisnis affiliate marketing dan mengharapkan adanya kesuksesan jangka panjang, ada beberapa hal yang harus Anda ingat. Hindari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku di bidang affiliate marketing. Berikut adalah beberapa kesalahan dalam affiliate marketing. Pelajari & hindarkan diri Anda dari kesalahan yang sama. Dengan demikian semoga juga dapat mempersingkat jalan Anda menuju kesuksesan finansial.

 

Pengetahuan terhadap produk yang tidak memadai

Poin ini merupakan kesalahan terbesar dari affiliate marketing. Tidak mengenal dengan baik prodk yang Anda promosikan bisa membuat Anda kkehilangan kredibilitas dan kepercayaan dari pelanggan. Biasakan membaca dengan saksama dan banyak bertanya tentang informasi produk dari merchant (FAQ) sebelum mendaftar sebagai member ataupun afiliasi dari sebuah website.

Bahkan jika memang diperlukan, Anda dapat mencari tahu merchant dari produk, apakah pengelolanya adalah orang yang tepat untk diajak berbisnis.

Tidak memiliki situs sendiri

Supaya Anda memiliki sebuah identitas sebagai affiliate marketer, Anda disarankan untuk punya website sendri. Anda tidak harus memiliki sebuah situs yang wah, tetapi website dengan kurang lebih 5 halaman page site sudah lebih dari cukup. Langkah ini juga akan membantu Anda untuk menambah basis data konsumen atau mailing list Anda.

Situs pribadi juga dapat membantu Anda untuk memberikan promosi produk secara berulang kepada calon pelanggan yang sudah mendaftar di situs. Selanjutnya, sediakan pula informasi tentang ceruk pasar tertentu bagi pengunjung yang ditargetkan : menulis artikel, forum diskusi dan sebagainya. Hal ini akan menjadikan situs Anda lebih “hidup” di mana orang-orang berkunjung, bertemu & mesndiskusikan topik khusus.

Tidak membuat pengunjung berada cukup lama di situs Anda

Banyak affiliate marketer membuat kesalahan dengan mengarahkan pengunjung secara langsung ke situs merchant melalui link afiliasi. Ini merupakan kekeliruan besar. Setelah semua usaha yang Anda lakukan untuk menarik traffic ke website Anda, seharusnya Anda berupaya membuat mereka nangkring cukup lama di situs Anda. Jika tidak, pengunjung bisa meninggalkan situs Anda dalam hitungan detik.

Banyak affiliate marketer yang tidak membuat halaman registrasi mereka sendiri untuk terlebih dahulu mendapatkan minimal alamat email calon pelanggan, baru kemudian mengarahkan pelanggan potensial ke situs afliasi. Jika Anda melakukannya, selain menciptakan potensi untuk membuat mailing list Anda sendiri, lebih lanjut Anda juga bisa mempresentasikan produk yang direkomendasikan, bahkan mungkin saja dengan cara yang lebih baik & menarik dibanding situs merchant asal.

Dengan demikian, Anda memperoleh lebih banyak peluang untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Mengambil terlalu banyak program afiliasi

Sebagai pemula, Anda mungkin begitu bersemangat untuk menghasilkan lebih banyak income, sehingga Anda pun mendaftar untuk ikut serta dalam sebanyak mungkin program affiliate marketing. Ini juga merupakan salah satu kekeliruan. Upayakan agar Anda hanya fokus pada 3-4 program afiliasi berkualitas dengan produk yang juga berkualitas.

Selalu miliki pengetahuan yang cukup baik tentang produk sebelum Anda merekomendasikannya. Hal ini akan membuat perhatian Anda lebih terkonsentrasi untuk menawarkan produk afiliasi yang benar-benar memuaskan pelanggan Anda. Buatlah mereka berterima kasih kepada Anda.

Tidak menggunakan trik samaran atau cloaking tricks

Pengunjung dewasa ini sudah cukup jeli untuk mengenali link affiliate marketing yang Anda cantumkan dalam website Anda. Jika mereka keburu memiliki dugaan bahwa Anda tengah mencoba menjual sesuatu, bukan tidak mungkin pengunjung akan secara menutup situs Anda.

Karena itu, cobalah menerapkan strategi samaran (cloaking strategies) untuk memastikan pengunjung tidak akan langsung menganggap Anda tengah mengarahkan mereka ke situs merchant. Namun, gunakan hanya metode cloacking yang baik, karena strategi cloack yang buruk bisa merugikan komisi afiliasi Anda.

Jangan memilih program afiliasi dengan batas pembayaran yang tinggi

Banyak program merchant yang menetapkan batas pembayaran (payment threshold ) yang cukup tinggi, yang berarti bahwa jika Anda belum mencapai batas komisi afiliasi yang ditentukan, komisi Anda tidak bisa dicairkan. Jika batasan ini cukup tinggi, akan butuh waktu lama bagi Anda untuk menunggu hasil kerja Anda.

Demotivasi? Pasti! Karena itu, pilihlah selalu program afiliasi yang menawarkan pembayaran komisi dalam waktu tertentu (dalam periode yang tidak terlalu lama), tidak menetapkan batas pembayaran atau lebih baik lagi, jika tidak ada threshold sama sekali.

Miliki selalu minat pada produk afiliasi yang Anda ikuti

Logikanya di sini adalah Anda hanya bisa menjual atau merekomendasikan pembelian terhadap produk-produk yang Anda sendiri minati. Hal ini akan membuat Anda memiliki motivasi dan emosi positif saat mempelajari produk & kemudian menawarkannya kepada pengunjung.

Tidak membuat mailing list

Seperti disinggung pada poin 3 tadi, Anda perlu membuat satu halaman khusus di website untuk menangkap informasi pengunjung Anda. Bisa berupa sebuah halaman berisi formulir pendaftaran keanggotaan ataupun sekadar mengisi alamat email pengunjung. Hal ini akan membantu Anda untuk membangun personal mailing list Anda sendiri dan dalam jangka panjang, Anda masih dapat memanfaatkan daftar calon pelanggan potensial yang Anda miliki ini untuk menawarkan promosi produk lainnya.

Itu tadi beberapa kesalahan terbesar yang pernah dilakukan oleh pelaku affiliate marketing. Sebisa mungkin hindari hal-hal tersebut.

Berikan Rating anda untuk tulisan ini